Biaya Hidup Tinggal di Belanda

Gementee, Groningen, Informasi, Tempat, Travel 2 Comments

biaya hidup groningen di belanda kuliah bachelor master sate toko semarang babi melati hereweg soerabajastraatCatatan ini pernah saya buat untuk seorang kenalan yang ingin tahu informasi mengenai biaya hidup untuk tinggal di Belanda. Tulisan ini juga bisa ditujukan untuk teman-teman yang hendak melanjutkan kuliah ke Belanda, baik dengan dana pribadi maupun beasiswa. Informasi yang diberikan di sini khususnya sesuai dengan kondisi jika tinggal di kota paling utara Belanda, Groningen. Harga-harga yang disebutkan mungkin sudah berubah pada saat Anda membaca artikel ini, tapi yang pasti kisaran harganya gak jauh beda. Sementara total biaya hidup yang disebutkan di sini adalah biaya hidup yang termasuk paling murah, dalam artian, hidup pas-pasan dan seadanya:P, itu juga udah bisa ditabung untuk jalan-jalan ke luar negeri, negara-negara Schengen, kayak Perancis, Itali, Spanyol, Belgia.

[Baca lagi untuk keterangan lebih lanjut mengenai biaya hidup tinggal di Belanda.]

Similar Posts:

Listrik dan Gas Pra Bayar

Gementee, Groningen, Informasi, Teknologi 14 Comments

electricity gas listrik artikel energi cinta lingkungan essent remote control pre paid informasi gadgetKebetulan hari ini ada kejadian kecil di rumah yang membuat saya baru tahu kalau ternyata di Belanda, sistem pembayaran listrik dan gas ada juga yang seperti sistem pembayaran pulsa telepon. Sistem yang dimaksud yaitu sistem pra bayar.

Dengan sistem pembayaran pra bayar ini, si pemilik rumah dapat mengatur biaya yang dikeluarkan per bulan untuk listrik dan gas. Sebenarnya gak harus biaya per bulan, tapi misalnya Anda hanya ingin membayar listrik €10 dan setelah itu putus, hal tersebut bisa dilakukan. Ya, mirip-miriplah dengan sistem pra bayar pulsa mobile phone.

[Baca Lagi, Sistemnya Menarik]

Similar Posts:

Back to Serve, Waktu Berlalu Dengan Cepat

Event, Gementee, Informasi, Lifestyle, Personal 2 Comments

Setelah postingan “kontroversial”, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menulis lagi. Banyak hal yang terjadi selama beberapa minggu tidak menulis blog.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, alasan untuk istirahat nulis blog karena kesibukan berkaitan dengan kegiatan akademik. Akan tetapi, badai sudah berlalu, ketenangan menghampiri. Ujian-ujian sudah terlewati dengan hasil yang cukup memuaskan dan kegiatan perkuliahan mulai normal kembali.

Lumayan banyak libur nasional selama satu bulan yang lalu. Hampir dua minggu kegiatan perkuliahan gak menentu. Read the rest of this entry »

Similar Posts:

Utrecht dan Amersfoort

Gementee, Informasi, Tempat, Travel 4 Comments

Tiga minggu lalu, 20 Januari 2008, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke kota-kota Belanda dekat tiket murah. Seminggu sebelumnya kami menuju Nijmegen dan Den Bosch, dan pada tanggal 20 tersebut kami menuju Utrecht dan Amerfoort.

Perjalanan kali ini dimulai dengan naik kereta menuju Utrecht pukul 9 pagi. Kenapa gak kereta pertama seperti biasanya? Hehehe. Begini ceritanya.

Malam sebelum keberangkatan, kami makan malam dengan sambal yang pedas tapi enak dan dengan jumlah yang banyak. Jadi bisa dibayangkan akibatnya. Kami yang sebenarnya sudah bangun pukul 6.30 pagi harus menunda keberangkatan karena bergantian ke toilet. “Nyetor” :P. Selama di perjalanan, rombongan kami juga bergantian mencari toilet untuk “memenuhi panggilan alam tersebut”. Hasilnya, kami singgah di KFC di Utrecht, Bioskop di Amersfoort dan memaksimalkan toilet kereta Utrecht - Amersfoort yang lumayan keren dan bersih. Hahahaha, what a “waste” :-D.

Selain itu, perjalanan kali ini diwarnai hujan yang mulai dari rintik-rintik, sporadis sampai yang cukup deras. Aslilah!* kami lebih sering singgahnya daripada melihat-melihat daerah sekitar. Yang paling memorable adalah mengikuti acara “Koor oleh anak” di Dom Tower Utrecht. Banyak yang tidur kemarin di sini. Gak tahu lagi menikmati suaranya atau memang terbuai mimpi di suasana yang dingin-dingin menghanyutkan. Ngomong-ngomong, musiknya cukup aneh didengar.

Di Amersfoort, kami melihat “Stadsmuur” alias dinding kota, bangunan bersejarah berupa tembok yang mengelilingi kota tersebut. Kesan adanya benteng di kota tersebut sangat terasa. Pastinya centrum kota ini juga disinggahi (wajib dilakukan kalau berkunjung ke kota-kota di Belanda). Di sana kami menemukan menara De Onze Lieve Vrouwetoren. Cerita tentang kota Amersfoort dapat dilihat melalui link ini.

Sayang, gak ada lagi tiket murah untuk jalan-jalan. Penawarannya berakhir sampai akhir bulan Januari. Mudah-mudahan ada yang berbaik hati menyediakan jalan-jalan murah. Hehehe.

*Aslilah: kata yang sering diucapkan teman-teman alumni di politeknik. Maksud dari kata tersebut untuk menekankan pada saat bercerita dengan orang lain kondisi atau situasi yang dialami.

Tags:

Similar Posts:

ETD2008 16: Sampah

Gementee, Informasi, Lifestyle, projektE2Dt2008 3 Comments

Membuang sampah di negara Belanda tidak “segampang” membuang sampah di Indonesia. Apalagi untuk kasus sampah rumah tangga.

Orang-orang di Belanda, khususnya Groningen cukup disiplin dalam masalah membuang sampah rumah tangga.

Biasanya setiap rumah tangga diberikan jatah membuang sampah dan tempat sampah yang dapat digunakan. Mereka akan diberikan kartu yang berfungsi untuk membuka tempat sampah.

Tempat sampah yang dapat digunakan sudah ditentukan oleh pemerintah. Kita tidak bisa sembarangan membuangnya di tempat sampah yang ada. Kartu yang diberikan hanya bisa digunakan untuk membuka tempat sampah yang telah ditentukan dan letaknya biasanya tidak jauh dari rumah masing-masing.

Untuk sampah seperti botol kaca dan kertas, tempat sampah yang digunakan berbeda dengan tempat sampah biasa. Kita tidak memerlukan kartu untuk menggunakan tempat sampah ini. Yang menarik adalah, kita harus memisahkan antara botol berwarna putih dan botol tidak berwarna.

Bagi yang akan pindahan rumah, biasanya banyak sampah yang ingin dibuang. Untuk sampah-sampah yang besar, misalnya meja, tempat tidur, lemari, sofa dan sejenisnya, pemerintah memberikan jatah kepada masing-masing rumah tangga. Biasanya pada malam hari yang telah ditentukan pemerintah, mobil sampah milik pemerintah akan berkeliling untuk mengangkut sampah tersebut. Akan tetapi, kita harus mendaftarkan nama kita terlebih dahulu ke website pemerintah sebelum membuang sampah pada waktu yang ditentukan. Hal ini untuk mempermudah “penjemputan” sampah-sampah tersebut.

Bagi yang lagi butuh peralatan rumah tangga, Anda dapat “mengutip” barang-barang yang yang akan dibuang tersebut dengan bebas. Sampahnya biasanya diletakkan di depan rumah. Kita bisa mengecek kapan diadakan pengangkutan sampah oleh pemerintah untuk mempersiapkan diri untuk berkeliling sekitar kompleks berburu “sampah”. Pelajar internasional sering melakukan hal ini.

Bagi Anda yang ingin menyumbangkan sampah-sampah tersebut karena menganggap masih layak pakai, Anda dapat menghubungi kolega Anda atau memberikannya ke organisasi seperti Mama Mini.

Walaupun demikian, sampah-sampah seperti puntung rokok atau permen karet masih lazim kita temui dibuang sembarangan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tags:

Similar Posts:
Random Posts:
Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in