Postingan ini saya pindahkan dari tulisan singkat saya dari komentar atas sebuah foto di Facebook. Kenapa (mungkin) postingan haram? Ya bisa aja karena isi fotonya babi-babi tidak berdosa sehingga menimbulkan kekacauan, bisa aja karena ceritanya menggambarkan kanibalisme, atau bisa aja karena memang simply dianggap haram (gak jelas semua alasanku ini
).
Akan tetapi di balik semua itu, ini hanya untuk candaan, humor, bikin ketawa, hiburan belaka. Daripada stress, mending bikin tag-tag lucu gak jelas ke foto-foto yang ditemukan di jalan. Daripada mikirin caleg-caleg stress gak lulus pemilu, mending mikirin bagaimana nasib tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita singkat ini.
/*Peringatan: Kata-kata, kalimat, gaya bahasa disesuaikan dengan kebiasaan di suatu daerah di Sumatera Utara…hehehe*/
A Tale of Tiga Babis, Babi Kiri (Bakir), Babi Tengah (Bateng), Babi Kanan (Bakan)
Bakan: “Coy, kau keker dulu ke sana, cem nya rame orang”.
Bateng: “Iya, ribut kali keliatannya”.
Bakir: “Iya, babi sian hutaan lagi baca2 komen di FB”.
Bakan: “Bukan yang itu, Nyet”. (padahal babi, tapi panggil temannya Nyet) “Itu yang sebelah hambirang1 sana”.
Bakir: “Ooooh, yang itu”.
Bakan: “Iya, cem mana kau ini. Di mana matamu kau buat”.
Bakir: “Sory coy, kebanyakan terexpose lampu disko kemarin. Jadi agak goyang sikit mataku ini”.
Bateng: “Eissss, mantap kali, lagi najamin pisau sama lagi persiapan masak memasak itu…ada yang naeng marpesta…mangallang jagallah kita hari ini”.
Bakir: “Perbaikan gizi kayaknya hari ini kita”.
…20 menit kemudian….
Si Bakir sudah gak ada di kandang lagi
…..7 jam kemudian…..
Si Bakan ama si Bateng lagi makan dengan lahap makanan sisa pesta….
Groningen,
16 April 2009
PS: Semua babi yang dibahas di sini sudah melewati sensor penyakit binatang, tidak ada daging babi yang tersisa pada saat cerita berlangsung. Abis sudeeee2, disaksang3.
Ok, saya akui memang ceritanya agak jayus. Gak apa-apalah, yang penting ada. Komentarnya ditunggu ya mak cik dan pak cik.
Catatan Kaki:
1. Hambirang = kiri
2. Abis sude = habis semua
3. Saksang = makanan khas Batak, daging cincang
Credit: Foto peliharaan (mamaknya si) LRS di suatu tempat di TRT
Share on Facebook
Recent Comments