Piala Dunia 2018/2022 di Indonesia

Event, Informasi, Piala Dunia

tulisan tentang penyakit sakit kepala pening nyut poning headache accit ulu**Masih dalam suasana kepala yang masih nyut-nyutan, plus lendir bening masih mengalir sesekali dari hidung. :cry: **

Ada berita menarik sekitar persepakbolaan Indonesia dan internasional yang saya temukan ketika berkunjung ke sini. Postingan di blog tersebut menceritakan tentang informasi yang didapat dari Yahoo!Sports (panjang intronya ya?).

Jadi, diberitakan bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengajukan proposal ke badan sepakbola internasional, FIFA, agar Indonesia masuk dalam calon penyelenggara Piala Dunia tahun 2018 atau 2022. Iya, ini serius, gak tipu-tipu, atau serius tipu-tipu. PSSI berani mengambil resiko dan menjamin bahwa Indonesia sanggup menjadi tuan rumah ajang sepakbola dunia empat tahunan tersebut.

Nah, aku langsung kepikiran:

1. Bagaimana dengan kesiapan Indonesia secara keseluruhan?

Maksudku, bukan bermaksud pesimis, akan tetapi infrastruktur pendukung untuk acara bergengsi ini di Indonesia bisa dikatakan masih belum memadai. Ketika disebutkan lapangan sepakbola berkelas internasional di Indonesia, saya hanya bisa menyebut Stadion Utama Gelora Bung Karno (dan hanya itu yang ada di pikiran saya). Itu juga pasti perlu banyak renovasi. Stadion Teladan Medan kayaknya juga belum memenuhi syarat walau pernah dipakai untuk pertandingan PSSI vs. Sampdoria tahun 1996. Kapasitasnya kurang memadai. Saya kurang tahu mengenai stadion di daerah lain di Indonesia.

Selain itu, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam masalah infrastruktur. Gimana kalau misalnya acaranya diadakan di Jakarta, weksss, macet bokkk. Untuk acara ini dijamin bakal ada ratusan ribu atau jutaan orang dari dalam dan luar negeri bertumpuk di Jakarta (kayaknya sih di Jakarta menurut terawangku), dan gimana klo pas diadakan, terjadi banjir tahunan. :)

Walaupun kegiatan tersebut diadakan 9 atau 13 tahun lagi, persiapan tuan rumah harus benar-benar matang, materiil, sprituil, jasmani, rohanil.

2. Saingan tuan rumah.

Untuk seleksi calon tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022 ini, beberapa negara sudah memasukkan proposalnya. Sebut saja, Belanda/Belgia (gabung), Spanyol/Portugal (gabung), Jepang, Australia, China, Meksiko, Inggris, Rusia, dan Qatar. Untuk memenangkan seleksi ini, tentu saja Indonesia membutuhkan strategi yang mantap. Kira-kira apa yang ditawarkan Indonesia untuk acara ini ya?

3. Kesiapan tim sepakbola nasional Indonesia

Disebutkan bahwa saat ini tim Indonesia masih terperosok di peringkat 144 tim sepakbola versi FIFA. Selain itu, beberapa fakta yang menunjukkan bahwa tim nasional Indonesia masih belum mapan dalam memenangkan kompetisi tingkat internasional, khususnya regional Asia. Nah, setahu saya, tim tuan rumah otomatis masuk sebagai salah satu peserta Piala Dunia. Dengan demikian, tim Indonesia akan berlaga melawan tim-tim papan atas dunia. Kira-kira dalam 9 atau 13 tahun ini, apakah tim Indonesia akan sanggup bersaing? Jangan pulak, tim Indonesia langsung tumbang di babak penyisihan, udah gitu kalah dengan angka gol besar-besar lagi.

Memang langkah yang diambil PSSI ini sangat ambisius dan optimis, tapi setidaknya sosialisasi keikutsertaan Indonesia ini di seleksi tuan rumah sudah didengung-dengungkan ke masyarakat. Dengan demikian, rakyat juga mengerti situasi ini dan mulai mepersiapkan diri untuk finalisasi seleksi di tahun 2010. Ecek-eceknya, agak-agak jaga image dulu sampai seleksi selesai :twisted: .

Akh, saat ini saya hanya bisa membantu dengan lewat doa saja. Semoga berhasil dan mendapat dukungan luas dari masyarakat Indonesia.

Mari kita liat dulu liputan ini:

Btw, rusuh-rusuh seperti ini juga terjadi di luar negeri. Contohnya, di kota saya kuliah, Groningen, tahun lalu (2008) terjadi kerusuhan ketika pertandingan Groningen vs. Ajax. Tisu toilet dibakar dan ujung-ujungnya bngku-bangku di stadion juga dibakar dan terbakar. Ini ada videonya (bahasa Belanda).

Jadi, Indonesia gak buruk-buruk kali dalam masalah ini. Hehehe, tapi mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi (bukan maksudnya cara rusuhnya lebih kreatif atau lebih cinta lingkungan, tapi semoga yang rusuh-rusuh gak ditemui lagi dalam acara pertandingan sepakbola).

Mari main game bola online dulu. Ini menjadi bonus untuk menghilang penat, suntuk, atau sekedar rileks. Latihan, siapa tahu ntar di Piala Dunia 2018 atau 2022 dipakai sebagai tenaga sukarelawan kalau mencetak banyak angka (itu juga kalau Piala Dunianya jadi di Indonesia :lol: )

Share on Facebook

Similar Posts:
Random Posts:

16 Responses to “Piala Dunia 2018/2022 di Indonesia”

  1. alisyah samosir Says:
    January 30th, 2009 at 7:46 am

    terkejut juga baca beritanya di kompas
    saingannya negara2 eropa pulak
    padahal stadion2 di indo masih pas-pasan :D

  2. david Says:
    January 30th, 2009 at 9:32 am

    saya juga baca katanya PSSI mengajukan Surat Ke FIFA untuk Indonesia menjadi Tuan Rumah Piala Dunia….di Padang Rencananya akan di bangun Juga Stadion bola Yg terbesar di ASEAN….

  3. hedi Says:
    January 30th, 2009 at 9:02 pm

    Sekadar info, mas…
    Bikin piala dunia bukan cuma kesiapan stadion dan home base tim peserta (lapangan latihan dan markasnya) untuk sebulan penuh.

    Malah penentuan tuan rumah lebih banyak ditentukan oleh fasilitas non-teknis. Misalnya transportasi publik, sanitasi, tingkat polusi kota penyelenggara dan fasilitas dasar hidup lainnya.

    Makanya saya bilang ini mimpi kebablasan, walaupun kalau kejadian ya saya seneng banget :D

  4. nich Says:
    January 31st, 2009 at 1:26 am

    yaa.. kita harus optimis, kita harus mulai dari kita.
    stop complain, stop being pesimistic!

    misalnya yah, yang di Medan bisa cari pengurus (atau siapa lah), trus ajukan diri buat suatu peran (ntah pengamanan keq, penggerak massa keq) itu baru top mar-kotop ;)

  5. fajarseraya Says:
    January 31st, 2009 at 6:44 pm

    mimpi ya….bbbbbboooooooooooooooooozzzzzzzzzzzzz?

  6. HeLL-dA Says:
    January 31st, 2009 at 11:05 pm

    Susah juga utk optimis..
    Hehehe..

    Maen game?
    Wah.. itu yg paling saya benci.
    :oops:

  7. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:43 pm

    @alisyah: walopun banyak yang kurang bagus, bisa aja sih diusahain. tapi, rencananya juga belum jelas ini..jadi gak ada gambaran perbaikan dsbnya.

  8. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:45 pm

    @david: wah, klo diadakan di Padang..saya pasti datang..hanya 8 jam dari kota saya (di Sumut) ke Padang naik bus.

  9. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:47 pm

    @hedi: benar mas, banyak faktor non-teknisnya. malah mungkin kayak kasus olimpiade di China kemarin. pemerintah China diharuskan untuk mengurangi kasus-kasus pelanggaran HAM di negaranya. repot khan?

  10. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:51 pm

    @nich: bukan karena pesimis bang. tapi untuk melakukan misalnya bikin sukarelawan di medan khan butuh persiapan dan perencanaan. ntar udah dibentuk, malah dari pusat gak ada koordinasi. intinya sih, lebih baik ada dulu sosialisasi, perencanaan, koordinasi dari pusat ke daerah-daerah yang kira-kira jadi tempat acara, setidaknya surat edaran. jadi nggak ngasal aja.

    gileee, aku pun senang kali klo PD di Indonesia, udah kepikiran malah jadi sukarelawan:D.

  11. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:52 pm

    @fajarseraya: mimpi yang mudah-mudahan bisa jadi kenyataan. sayang, keliatannya seperti kurang persiapan ya.

  12. roded Says:
    February 1st, 2009 at 6:54 pm

    @Hell-dA: harus optimislah, tapi jangan asal “hajar langsung”. agak2 dibuat perencanaan.
    klo gak main game, main aplikasi di fesbuk aja..hehehe.

  13. thegands Says:
    February 2nd, 2009 at 6:00 pm

    mudah2an lah terwujud bang.. biar gak habis uang awak ni kalao mau nonton piala dunia langsung dari stadion. hehehe…

  14. roded Says:
    February 4th, 2009 at 4:28 am

    @thegands: Amin, semoga terkabul..awak pun bisa ikut sebagai saksi sejarah *halah, bahasaku itu:))*

  15. hamrud rola Says:
    May 28th, 2009 at 11:17 am

    saya bangga kalau indonesia bisa jadi tuan rumah piala dunia 2018/2022 tapi kita kembali pada sepak bola indonesia apakah mereka bisa bersaing dengan negara negara lain contoh eropa kan kalau jadi tuan rumah itu paling tidak bisa masuk dalam penyisihan dan masalah lapangan nggak ada lapangan yang bagus selain gelora bung karno itu pun rumptnya rusak karna dipakai segala kegiatan dan juga masalah suporter indonesia yang rusuh dan nggak sportif ……tapi kami sebagai warga indonesia bangga kalau indonesia bisa jadi tuan rumah piala dunia kami doakan mudah mudahan bisa amien…..

  16. FIFA World Cup Trophy Tour Coca Cola di Indonesia | Soul Hotel Says:
    January 26th, 2010 at 11:33 am

    [...] Indonesia. Kalau kemarin-kemarin sudah tergema gembar gembor kalau Indonesia diharapkan jadi tuan rumah Piala Dunia 2018/2020, udah gitu ramai dipertontonkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia (Indonesia gagal masuk final [...]

Leave a Reply

:mrgreen: :| :twisted: :arrow: 8O :) :? 8) :evil: :D :idea: :oops: :P :roll: ;) :cry: :o :lol: :x :( :!: :?:

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in