Pada postingan kedua saya di bulan Januari 2009 ini, disebutkan kalau menulis di blog ada salah satu cara untuk menuangkan isi pikiran. Selain menuangkan pikiran, cara ini juga membantu mengurangi beban pikiran karena kalau ada ide dan tidak langsung dituangkan ke dalam tulisan, seringnya otak jadi terasa penuh. Too much information. Mau mengerjakan hal lain jadinya kurang maksimal, terbayang-bayang terus ide-ide brilian itu
.
Metode Brain Dump ini mengingatkanku ke benda ajaib di novel Harry Potter yang dapat digunakan untuk menyimpan kenangan-kenangan si pemiliknya. Itu lho, yang namanya Pensieve milik Albus Dumbledore. Kerennya, alat ini selain dapat digunakan untuk menyimpan memori, isinya juga bisa diliat kembali, bahkan untuk meliatnya kembali bisa seperti menonton film. Bagi teman-teman yang kurang tahu tentang Pensieve dapat melihatnya di video Youtube berikut. Di menit 0:26, Anda dapat melihat Harry Potter melihat kembali ingatan Dumbledore yang disimpan di Pensieve.
Kebayang juga suatu saat di otak manusia bisa ditempeli port USB untuk back-up data ke hard disk. Jangan pulak diinstal wireless router atau bluetooth, nanti bisa di-hack, apalagi kalau lupa di-disable. Khan jadi ketahuan nanti rahasia awak, malu sama adek itu (terserah mengasumsikan adek itu apa
). Jangan pulak hard disknya di-sharing ke yang lain, apalagi ke aplikasi Peer-to-Peer (P2P), macam Torrent. Kacau nanti negara dan rumah tangga. Apa kata dunia? Bengaklah ya khan (seperti kata Nagabonar).
Saya sudah beberapa hari ini mencobanya dan hasilnya benar-benar terasa. Banyak informasi yang “gak-penting-tapi-sayang-dilupakan”, ide-ide, rencana-rencana “dibuang” ke dalam catatan. Otak rasanya lebih ringan, gampang menerima informasi baru yang lebih penting. Lumayan juga khan spacenya dipakai untuk memproses kalkulasi lain di otak. Serasa mengurangi background process gak penting di memori komputer, jadinya buka aplikasi lain lebih kencang, gak ada freezing application karena kurang resource memori.
Bagi yang pengen hemat kertas, malas nulis tapi rajin ngetik, atau yang lebih suka menyimpan informasi dari otak tersebut dalam aplikasi di komputer, saya menganjurkan penggunaan aplikasi Mind Map gratisan seperti FreeMind dan XMIND, atau yang bayar seperti MindManager. Pilih berdasarkan selera Anda. Saya berencana akan menulis tentang FreeMind, karena saya lebih familiar dengan aplikasi ini. Mudah-mudahan bisa selesai dalam beberapa minggu ini. Masih ada kerjaan dengan prioritas lebih tinggi euy. Untuk nulis tentang FreeMind ini perlu riset kecil-kecilan supaya artikelnya lebih mantap. Informasi singkat saja, FreeMind juga bisa diinstal pada perangkat mobile yang memiliki sistem operasi Windows Mobile.
Artikel ini juga saya gunakan sebagai pembuka untuk serial tulisan dengan tag “Produktivitas“. Isinya akan berkisar tentang metode-metode atau informasi yang diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja maupun belajar.
Selamat mencoba! Silahkan berbagi pengalaman di halaman komentar.
gambar ilustrasi otak Homer Simpson dari sini
Share on Facebook
Recent Comments