Banyak hal yang kita simpan di dalam otak dan layaknya memori komputer, otak juga memiliki batas kemampuan untuk menyimpan semua informasi di dalamnya. Memori tersebut ada yang berupa kenangan di masa lalu, rencana-rencana, apa yang kita rasakan saat itu, masalah-masalah, dan banyak lagi. Kebayang gak kalau setiap hari kita menyimpan semua itu dan selalu berusaha mengingat-ingat semuanya, termasuk hal-hal kecil seperti, ada janji apa besok, siapa-siapa saja yang ikut kegiatan kampus, selebritis mana yang cerai dua bulan terakhir ini :P, lirik lagu Indonesia terbaru, calon-calon presiden dan wakil presiden dari tiap-tiap partai untuk 2009 ini. Banyaklah pokoknya, sampai-sampai kepala sering terasa penuh. Hmmmm, nasi Padang dan tanggo-tanggo….. (tiba-tiba tambah pikiran baru
).
Sebenarnya saya terinspirasi postingan tentang Mind Dump oleh Yaro Starak. Di situ beliau mengatakan (saya kutip dan terjemahkan):
“… otakku mengumpulkan hal-hal yang ingin kulakukan dan menyimpan informasi tersebut untuk nanti diingatkan kembali. Ketika bekerja di depan komputer dan berjalan di sekitar rumah, objek-objek tertentu atau email dapat mengingatkan sesuatu yang harus segera dikerjakan. Hal ini dapat menyebabkan stres karena otak secara terus menerus merasa tertekan untuk melakukan sesuatu padahal sebenarnya tidak ada yang dikerjakan”.
Untuk itu, beliau memulai penggunaan metode Brain Dump yang tujuannya adalah menuliskan segala sesuatu yang sedang dipikirkan pada kertas. Isi pikiran yang ditulis tersebut tidak sebatas yang berhubungan dengan pekerjaan tapi juga bisa hal-hal lain, seperti pendapat tentang liburan kemarin di Danau Toba:-D, atau kenapa harga BBM di Indonesia bisa turun. Dengan melakukan proses dari metode Brain Dump ini, diharapkan bisa mengurangi beban otak karena otak gak digunakan untuk mengingat semua hal.
Selain itu, Anda sebaiknya rajin memeriksa catatan tersebut. Hey mak cik pak cik, apa gunanya ditulis kalau enggak pernah dibaca lagi. Nanti kerjaan-kerjaan yang sudah direncanakan malah dilupakan. Oh iya, setelah membuat catatan tersebut, Anda juga dianjurkan untuk mengatur semua informasi-informasi tersebut dan memberi prioritas pekerjaan yang harus dilakukan segera. Pembuatan kategori-kategori untuk tiap informasi yang ditulis akan sangat membantu untuk pengaturannya, contohnya “Website”, “Kuliah”, “Pacar”, “Gank Gaul”, atau “Keuangan”. Diaturlah gimana enaknya
.

Recent Comments