3. Orang yang mengirimkan isu ini sepertinya orang IT atau setidaknya mengerti dunia IT. Karena meliat cara-cara pemboikotan Facebook yang dianjurkan tersebut, si pelaku mengerti cara kerja aplikasi berbasis web, seperti Facebook. Dia mungkin ingin menggenerate sejenis Denial-of-service attack[5] di Facebook.
Selain itu, saya juga menduga kalau yang menyebarkan isunya berasal dari Indonesia, karena saya baru mendapatkan isu ini dalam tulisan bahasa Indonesia dan ramainya baru di blog, milis, dan forum Indonesia (Ini asumsi doang, kecuali ntar saya menemukan versi bahasa yang non-Indonesia dan nemunya di blog, milis, atau forum non-Indonesia, berarti asumsi ini salah). (OOT: Bagi penggemar Anime, saya jadi ingat karakter “L” di Death Note[6] ketika mencari tahu asal kota Light Yagami:P).
4. Mengenai isu Facebook membiayai perang Israel, saya rasa ini bisa juga karena salah persepsi. Seperti para FB’ers tahu, pengguna dapat membuat grup-grup yang tujuannya untuk mengakomodasi keinginan anggota-anggota grup tersebut. Dengan adanya perang antara Israel vs Palestina, maka otomomatis ada yang pro dan kontra. Di jaman teknologi sekarang ini, dengan tersedianya berbagai macam fasilitas social networking, layanan yang diberikan rganisasi seperti Facebook pastinya jadi salah satu pilihan [7]. Misalnya, para pendukung Israel membentuk grup di Facebook dan melakukan aktivitas-aktivitas misalnya seperti, mencari-cari dukungan dari orang lain, mengumpulkan dana seperti pada contoh berikut [8]. Selain, itu ada juga pendukung Palestina yang melakukan hal seperti di [9]. Jadi, salah persepsi yang saya maksudkan di sini, mungkin ada orang yang meliat kondisi [8] ini di Facebook dan berpendapat bahwa Facebook membiayai perang Israel.
5. Facebook menurut saya sampai sekarang sama posisinya seperti radio, televisi, telepon. Dia itu berfungsi sebagai media komunikasi. Facebook pada dasarnya untuk mengakomodasi interaksi sosial di dunia maya, tapi anggotanya khan bermacam-macam dan dengan kepentingannya masing-masing. FYI, saya juga baru perhatikan kalau [8] itu sendiri merupakan aplikasi buatan eksternal Facebook.
Bukan mau belain Facebook, tapi sampai sekarang saya belum menemukan info dan bukti konkrit yang mengkonfirmasi isu tersebut. Ada baiknya menggunakan asas praduga tak bersalah. Sayang aja Facebook yang cukup berguna menurut saya (walau ada dampak negatifnya, tapi itu tergantung individu masing-masing :D) kena isu seperti ini. Padahal khan bisa digunakan untuk membuat propaganda untuk menebarkan kedamaian atau menggalang dana untuk membantu korban.
Dan untuk mencegah Facebook disalahgunakan, lebih baik bikin petisi ke Facebook saja supaya grup-grup di Facebook yang ditujukan untuk menyebarkan kebencian tidak diperbolehkan ada, sekalian juga aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh eksternal Facebook supaya diseleksi lebih ketat. (Langkah ini setidaknya mengurangi media penyuara kebencian, karena tentu akan muncul media-media lain dengan tujuan yang sama:D).
Btw, penggunaan media online untuk “memeriahkan” perang Israel vs Palestina bukan hanya terjadi di Facebook saja. Web service seperti Digg.com [10] juga digunakan, bahkan yang lagi ngetrend belakangan ini, Twitter [11].
Share on Facebook
Recent Comments