Pertandingan spektakuler antara Belanda dan Perancis masih meninggalkan kegembiraan bagi banyak orang di centrum. Gimana enggak, Belanda menggilas Perancis 4-1. Mainnya bersih dan berkelas lagi (setidaknya untukku).
Pertandingan yang di babak pertama berakhir 1-0 ini (dengan keunggulan pada Belanda) sempat membuat aku harap-harap cemas. Setelah gol indah menit ke-9 tercipta lewat sundulan Kuyt yang diumpan oleh Rafael van der Vaart, permainan seolah-olah berpihak pada Perancis. Tekanan demi tekanan datang ke Belanda oleh Perancis. Untung penjaga gawang Belanda, Van der Saar, masih menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
Selama babak pertama, gawang Van der Saar sempat terancam oleh Sidney Gouvou (menit ke-22), Florent Malouda (menit ke-33) dan Franck Riberty (menit ke-34).
Di babak kedua, semua penonton berteriak senang ketika Arjen Robben kembali bermain walau dengan kondisi cederanya yang belum pulih benar. Oh iya, senang juga liat pemain timnas Belanda yang jago dan berasal dari kota tempatku tinggal sekarang. Hahaha (dasar!).
Masuknya Robben semakin memperkuat kedudukan Belanda atas Perancis. Belanda menambah gol keunggulan di menit ke-59 oleh Van Persie yang mencetak gol setelah mendapat umpan dari Robben.
Di menit ke-70, Perancis memperkecil ketinggalan melalui karya Henry. Dia mencetak gol setelah mendapat umpan ari Sagnol.
Akan tetapi, Belanda tidak menyia-nyiakan waktu. Satu menit setelah gol Perancis, Belanda menambah angka kemenangan. Melalui sudut yang sangat sempit, dikawal Lilian Thuram dan Willy Sagnol, pemain berusia 24 tahun, Arjen Robben, mampu melesatkan bola ke gawang yang dijaga Gregory Coupet. Robben memang patut diacungi jempol (mari, sama-sama mengacungkan jempol sambil bilang “Mantap!!!”). 3-1 untuk Belanda.
Di menit-menit menjelang pertandingan, penguasaan Belanda atas pertandingan tidak mengendor. Hal ini terbukti dengan terciptanya gol pelengkap penderita untuk Perancis oleh Sneijder.
Semakin kecil kemungkinan Perancis untuk melanjut ke babak berikutnya setelah kekalahan ini. Kelanjutan mereka di kompetisi ini bergantung dari hasil pertandingan Belanda vs. Romania minggu depan. Udah gitu, mereka juga harus menang atas Itali klo ternyata Belanda menang atau setidaknya seri dengan Romania. Kok finalis Piala Dunia 2008 agak-agak kurang mantap ya?
Oh iya, sampai larut malam orang-orang masih berpesta merayakan kemenangan Belanda di centrum. Teman serumah juga bilang klo di depan rumah banyak orang yang memasang petasan setiap kali Belanda mencetak gol.
Kehadiran sekelompok pendukung Perancis (asli orang Perancis, mahasiswa sepertinya) di antara pendukung Belanda menjadi pengalaman yang cukup menarik pada saat ikut nonton bareng di centrum. Walaupun kalah jumlah, tapi semangat mereka melawan yel-yel (yang ngeyel) orang Belanda sangat berkobar-kobar. Sayang, tim kesayangan mereka tidak bermain seperti yang diharapkan. Untuk menghibur mereka, salah satu dari pendukung Belanda (dan pekerja bar sepertinya) memberikan bir gratis ke pendukung Perancis tersebut.
Untuk orang Belanda sendiri, kemenangan ini memang layak dipestakan walaupun belum mencapai babak final kompetisi ini. Sudah beberapa tahun belakangan ini timnas Belanda kurang tampil prima di ajang internasional, bahkan Van Basten dianggap sebagai penyebab buruknya performansi tim Oranye tersebut. Untung di EURO 2008 ini, Singa Oranye ini menunjukkan kualitas sebenarnya.
Salutku pribadi untuk Van der Sar. Dia berperan sangat penting dalam kemenangan-kemenangan Belanda pada dua pertandingan terakhir ini.
Mau tahu gimana suasana nonton bareng dan juga suasana perayaan kemenangan timnas Belanda? Silahkan kunjungi video rekaman ini.

Recent Comments