Utrecht dan Amersfoort

Gementee, Informasi, Tempat, Travel

Tiga minggu lalu, 20 Januari 2008, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke kota-kota Belanda dekat tiket murah. Seminggu sebelumnya kami menuju Nijmegen dan Den Bosch, dan pada tanggal 20 tersebut kami menuju Utrecht dan Amerfoort.

Perjalanan kali ini dimulai dengan naik kereta menuju Utrecht pukul 9 pagi. Kenapa gak kereta pertama seperti biasanya? Hehehe. Begini ceritanya.

Malam sebelum keberangkatan, kami makan malam dengan sambal yang pedas tapi enak dan dengan jumlah yang banyak. Jadi bisa dibayangkan akibatnya. Kami yang sebenarnya sudah bangun pukul 6.30 pagi harus menunda keberangkatan karena bergantian ke toilet. “Nyetor” :P. Selama di perjalanan, rombongan kami juga bergantian mencari toilet untuk “memenuhi panggilan alam tersebut”. Hasilnya, kami singgah di KFC di Utrecht, Bioskop di Amersfoort dan memaksimalkan toilet kereta Utrecht - Amersfoort yang lumayan keren dan bersih. Hahahaha, what a “waste” :-D.

Selain itu, perjalanan kali ini diwarnai hujan yang mulai dari rintik-rintik, sporadis sampai yang cukup deras. Aslilah!* kami lebih sering singgahnya daripada melihat-melihat daerah sekitar. Yang paling memorable adalah mengikuti acara “Koor oleh anak” di Dom Tower Utrecht. Banyak yang tidur kemarin di sini. Gak tahu lagi menikmati suaranya atau memang terbuai mimpi di suasana yang dingin-dingin menghanyutkan. Ngomong-ngomong, musiknya cukup aneh didengar.

Di Amersfoort, kami melihat “Stadsmuur” alias dinding kota, bangunan bersejarah berupa tembok yang mengelilingi kota tersebut. Kesan adanya benteng di kota tersebut sangat terasa. Pastinya centrum kota ini juga disinggahi (wajib dilakukan kalau berkunjung ke kota-kota di Belanda). Di sana kami menemukan menara De Onze Lieve Vrouwetoren. Cerita tentang kota Amersfoort dapat dilihat melalui link ini.

Sayang, gak ada lagi tiket murah untuk jalan-jalan. Penawarannya berakhir sampai akhir bulan Januari. Mudah-mudahan ada yang berbaik hati menyediakan jalan-jalan murah. Hehehe.

*Aslilah: kata yang sering diucapkan teman-teman alumni di politeknik. Maksud dari kata tersebut untuk menekankan pada saat bercerita dengan orang lain kondisi atau situasi yang dialami.

Tags:

Similar Posts:
Random Posts:

4 Responses to “Utrecht dan Amersfoort”

  1. yunteq Says:
    February 6th, 2008 at 12:24 am

    “aslilah..!” masih kau ingat juga kata2 ini ya,bang..
    mantap kali lah emank kau,bang..

    kata yg diatas itu jg jgn dilupakan ya…
    heheheh.. ^-^

  2. roded Says:
    February 6th, 2008 at 7:49 am

    @yunteq:
    aslilah! gak bisa kulupakan kata2 itu..

  3. Ecko Says:
    February 8th, 2008 at 1:38 pm

    aslilah itu kan bahasa inggrisnya…
    Undoubtfully, to be honest, to be true…
    hehe.

    btw kok jadi bagian yang bertanda * yang dikomen, isinya ga dikomen yah.. kakakakaka..

    okelah.. mengenai isi aku komen..
    wah enak kali klian yah jalan itu … :D hehehe

  4. bonatua Says:
    February 22nd, 2008 at 8:37 am

    Kau nikmati kali hidup itu ya Ampara. Jalan2 dan makan2. Hmm, tambah buncit ajalah kau ya. :)

Leave a Reply

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in