Perjalanan ke Nijmegen dan Den Bosch

Informasi, Lifestyle, Tempat, Travel

Kembali perjalanan murah ke kota-kota Belanda diadakan pada hari Sabtu, 12 Januari 2008. Kali ini tujuannya adalah Nijmegen dan Den Bosch.

Nijmegen adalah kota tertua di Belanda yang baru merayakan keberadaannya yang ke-2000 tahun pada tahun 2005. Kota ini pertama kali dibangun pada saat bangsa Roma membangun basis militer pada tahun 1 BC. Eddie dan Alex van Halen dari grup band rock Van Halen serta Henrietta Pressburg, ibu dari Karl Marx berasal dari kota ini.

Den Bosch (’s-Hertogenbosch) adalah kota yang menjadi ibukota provinsi North Brabant negara Belanda. Nama kota ini berasal dari sebutan orang-orang pada zaman dulu untuk kediaman Henry I, Duke of Brabant. Tempat ini disebut des Hertogen bosch, yang berarti “hutan milik Duke”.

Perjalanan kali ini cukup melelahkan sehingga di kereta saya sering tidur. Ini disebabkan saya belum tidur sejak Jumat siang sampai saat kami berangkat Sabtu pagi, karena tugas yang harus saya kerjakan sebelum berangkat. Hahaha. Sadis.

Walaupun demikian, perjalanan ini sangat menyenangkan karena menemukan tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi. Saya juga sempat menemukan (dan membawa pulang) buku yang sengaja ditinggalkan di salah satu bangunan tua di Nijmegen. Buku tersebut merupakan bagian dari program Read me and release me dari BookCrossing.com. Intinya adalah kita membawa pulang buku tersebut, membacanya dan meninggalkan kembali di suatu tempat untuk dibaca orang lain. Menarik.

Kembali ke topik jalan-jalan.

Tidak banyak yang dapat dilihat di Nijmegen karena bangunan-bangunan tuanya banyak yang hancur akibat dibom pada masa perang. Kami mengunjungi bukit Valkhof dengan kapel Charolingiannya (didirikan pada abad ke-8 dan 9). Pemandangan dari tempat ini cukup indah, ditambah lagi karena ada kanal yang cukup lebar, kapal-kapal yang lalu lalang dan jembatan Waalbridge.

Setelah dari Valkhof, kami menuju Grote Markt kota ini untuk mencari tempat makan. Maklum, berangkat pagi-pagi dengan sarapan seadanya serta cuaca yang dingin membuat kami lumayan kelaparan.

Di kota Den Bosch, bangunan yang kami kunjungi adalah Sint Jans Cathedral, gereja besar yang pembangunannya dimulai pada tahun 1380. Gereja ini memiliki gaya Gothic dan karena hujan asam pada tahun 1998, restorasi eksterior sedang diadakan di gereja ini mulai tahun 1999 sampai tahun 2010. Ketika berkunjung ke gereja ini, kami sempat melihat diorama tempat lahirnya Yesus Kristus dan diorama kebun anggur lengkap dengan binatang-binatang yang berukuran aslinya. Ada untanya juga(!).

Kami juga sempat mengunjungi bangunan bata tertua di Belanda, The Moriaan. Bangunan yang sekarang menjadi Tourist Center (VVV) dibangun pada abad ke-13. Di sini kami sempat berbincang dengan pekerja di sana, satu orang cewek Indonesia-Belanda dengan logat Jawanya yang kental.

Setelah itu, kami sempat nongkrong di Burger King dan duduk di lantai 1 (lantai 2 di Indonesia) sambil menikmati keadaan di pusat kota menjelang malam hari. Aktivitas yang paling banyak saat itu adalah persiapan pedagang untuk kembali ke tempat masing.

Kami akhirnya kembali ke Groningen dengan menggunakan kereta jurusan Den Bosch - Schipol - Groningen sekitar pukul 7 malam.

Selama di kereta kami banyak tidurnya karena suda capek seharian. Minggu depan kami juga akan mengadakan perjalanan ke kota lain. Kota apa ya?

Catatan kaki
* Sempat nyari-nyari info dari Internet tentang Nijmegen, saya “terdampar” di website berisi informasi tentang jalan-jalan di kota tersebut. Yang menarik adalah terjemahan bahasa Indonesia yang ada di website tersebut. Website tersebut menggunakan kata “pencet” (dalam bahasa Indonesia) untuk kata “click” (dalam bahasa Inggris). Mungkin gak masalah, tapi agak gak lazim bagi saya pribadi. :P.

Similar Posts:
Random Posts:

Leave a Reply

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in