Judulnya seram ya?
Artikel ini sengaja dibuat berdasarkan permintaan salah satu pembaca di blog ini dan juga sebagai salah satu tulisan untuk proyek pembuatan artikel tentang Belanda. Semoga membantu.
Seperti layaknya yang kita temui sehari-hari, pemakaman seseorang biasanya diatur oleh keluarga yang meninggal, dan di tempat yang biasanya dilangsungkan di pemakaman milik keluarga atau pemakaman umum. Sering juga ada yang tidak diurus oleh keluarganya sendiri. Pemakaman orang yang tidak dikenal atau korban kecelakaan biasanya dilakukan atau diurus oleh pihak yang yang berwenang.
Prosesi pemakamkan seseorang di sini tidak seperti yang kita temui di Indonesia. Di Indonesia, pemakaman seseorang dilakukan dengan cara yang tergantung adat istiadat setempat. Beda di Sumatera Utara, beda di Bali, beda pula di Toraja.
Kebanyakan orang Belanda dikremasi setelah mereka meninggal. Hal ini seringkali dipicu masalah biaya atau karena si orang yang meninggal tidak ingin merepotkan keluarga. Di Groningen setahu saya ada satu tempat kremasi.
Selain dikremasi, ada juga yang dimakamkan di tempat pemakaman seperti yang sering kita temui di Indonesia.
Seseorang yang memiliki dana yang cukup dan ingin dimakamkan di pemakamam umum atau keluarga, biasanya sudah mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya tersebut. Berdasarkan informasi yang saya dapat, orang tersebut biasanya menghubungi pihak asuransi yang menawarkan pengurusan pemakaman. Biaya yang dibayarkan biasanya tergantung tempat pemakaman, acara-acara yang dilakukan dan juga rentang waktu sewa tempat pemakaman.
Tempat pemakaman biasanya disewakan untuk masa lebih dari 20 tahunan dan setelah kontrak habis, makam-makam tersebut akan digantikan dengan makam yang baru.
Kebetulan saya sering lewat beberapa kuburan ketika masih ngekos di International Student House di Van Houtenlaan. Pemakaman tersebut terletak persis di depan penjara di kota ini. Bisa terbayang gimana seramnya lewat penjara dan pemakaman pada saat yang bersamaan di tengah malam (yang dingin dan sepi).
Dulu sering lewat sana sekitar jam 2 pagi, pulang dari tempat teman. Untung gak ada yang aneh-aneh…hehehe.
Satu kuburan lagi, yang ada di Moesstraat. Setelah mencari informasi di Internet, ternyata tempat tersebut merupakan pemakaman orang-orang Jahudi.
Kalau mengenai tempat kremasi, saya hampir setiap hari (kalau ada jadwal kuliah) lewat sana. Saya harus melewati tempat di jalan Crematoriumlaan karena dekat dengan jalan pintas bersepeda menuju kampus.
Saya juga sering melihat kendaraan yang memadati tempat tersebut. Para pemiliknya biasanya sedang mengikuti acara untuk orang yang akan dikremasi. Kremasinya sendiri biasanya dilakukan secara batch alias orang-orang yang mau dikremasi terlebih dikumpulin dulu (tidak langsung).
Acara pemakaman kadang dilakukan di siang hari, ada juga yang sore hari. Tergantung hari apa acara tersebut dilakukan. Pihak keluarga orang yang meninggal tersebut tidak ingin menyusahkan para tamu dengan membuat acara pada jam kerja.
Saya sendiri belum pernah mengikuti acara pemakaman, jadi kurang tahu acara-acaranya.
Satu informasi lagi, pada saat pemakaman atau di tempat kremasi, tamu-tamu yang datang dihidangkan minuman seperti kopi dan teh. Penyediaan minuman ini sudah termasuk biaya yang dikeluakan untuk pembayaran pemakaman atau kremasi.
Tags: ETD2008 24: Pemakaman di Belanda catatan di groningen Every 2 Days to 2008 roded ngetrend
Share on Facebook
Recent Comments