ETD2008 22: Oliebol, si donat Belanda

projektE2Dt2008

Setiap memasuki bulan Desember, kita biasanya akan menemukan beberapa pedagang kue-kuean dadakan yang tersebar di beberapa tempat di Groningen.  Bau gorengan juga menyebar di daerah sekitar pedagang tersebut

Tempat berjualan berbentuk kotak tersebut khusus menjual Oliebollen dan beberapa jenis kue lainnya. Oliebollen dapat diterjemahkan langsung menjadi ‘bola minyak’ ke dalam bahasa Indonesia.

Oliebollen merupakan makanan tradisional Belanda yang biasanya dihidangkan menjelang Tahun Baru dan beberapa kegiatan masyarakat setempat.

Di Groningen, setahu saya, Anda dapat menemukan pedagang ini di depan Jumbo Korreweg, Grote Markt, depan Media Markt dan di jalan Nieuwe Boteringestraat (dekat tempat parkir bawah tanah).

Anda juga dapat membuat sendiri “donat Belanda” ini. Ada resep masakan dan cara memasak nya yang Anda dapat akses sendiri informasinya.

Selamat memasak.

PS: Kalau sudah jadi (dan enak:-P), jangan lupa berbagi…hehehe

Tags: ,

Similar Posts:
Random Posts:

6 Responses to “ETD2008 22: Oliebol, si donat Belanda”

  1. andine Says:
    December 17th, 2007 at 1:50 am

    oliebollen, kedengerannya kayak kue bolu.. hehe..
    donatnya ko ga bolong di tengahnya?
    mas, di sana lg winter ya? pasti dingin banget, klo winter gitu suhunya brapa sih? bikin beku pastinya.

    kemaren pas ada iceworld di tangerang, sumpah aku ga tahan, kaki dan tangan kayak digigit semut karena beku, trus ga bisa digerakkan, hidung meler, jadi mikir klo aku di luar negeri pas musim dingin, musti deket2 perapian terus, ga bisa kemana2..

    mas boleh nanya ga? bahasa belandanya ‘pekuburan mati merana apa’ ya? hihi.. duh jadi pengen ambil les bahasa belanda di erasmus huis, kira2 bahasa belanda sama ga kayak bahasa inggris?

  2. ecko Says:
    December 17th, 2007 at 4:14 am

    bah…
    kok jadi bahas makanan2 pula laek roy ini..
    yah yang penting nanti bawa lah aku jalan2 ate.. :D
    rgrds,

    Ecko

  3. roded Says:
    December 17th, 2007 at 8:16 am

    @andine:
    Kue “donat”nya gak bolong di tengahnya, malah berbentuk bulat gak beraturan.

    Klo masalah suhu, kmaren pagi sempat -4 derajat Celcius. Rekorku selama tinggal di sini baru sampai -4 pas winter. Tapi ada teman yang bercerita, dua tahun lalu (winter 2005) suhunya sampai -12 (itu juga jarang terjadi di Groningen). Walaupun dingin, aku tetap naik sepeda ke mana-mana (seperti orang Belanda yang lain juga plus pakai pakaian seperti astronot.hehehe). Klo kedinginan, bisa naik bus selama winter.

    Hmmmm, aku kurang ahli bahasa Belanda. Tapi coba di software translator, bahasa Belandanya “grave for unhappily death” (hahahahaha, benar gak terjemahan Inggrisnya ini ya) itu “graf voor ongelukkig dood”.

  4. roded Says:
    December 17th, 2007 at 8:18 am

    @ecko:
    Iya, laek. Mungkin karena dingin kali ya. Pengen makan terus.

    Gampanglah jalan2 itu. Hatop ma hamu ro, asa adong jo dongan mardalani, manghatai, dohot marmeami dison.

  5. nich Says:
    June 10th, 2008 at 8:46 pm

    beuh.. gini lah, pas pulak tengah malam (lagi lapar-laparnya) kebaca tulisan gini *ampooon*

    yang udah jadi “bola minyak”-nya, bagi-bagi lah :p

  6. roded Says:
    June 10th, 2008 at 10:30 pm

    @nich: bah…kemarin gak bikin peringatan tentang spoiler komik, ada yang jadi korban…kayaknya makanan juga dikasih peringatan…jangan membaca postingan tentang makanan klo lagi lapar…hahahaha

Leave a Reply

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in