ETD2008 16: Sampah

Gementee, Informasi, Lifestyle, projektE2Dt2008

Membuang sampah di negara Belanda tidak “segampang” membuang sampah di Indonesia. Apalagi untuk kasus sampah rumah tangga.

Orang-orang di Belanda, khususnya Groningen cukup disiplin dalam masalah membuang sampah rumah tangga.

Biasanya setiap rumah tangga diberikan jatah membuang sampah dan tempat sampah yang dapat digunakan. Mereka akan diberikan kartu yang berfungsi untuk membuka tempat sampah.

Tempat sampah yang dapat digunakan sudah ditentukan oleh pemerintah. Kita tidak bisa sembarangan membuangnya di tempat sampah yang ada. Kartu yang diberikan hanya bisa digunakan untuk membuka tempat sampah yang telah ditentukan dan letaknya biasanya tidak jauh dari rumah masing-masing.

Untuk sampah seperti botol kaca dan kertas, tempat sampah yang digunakan berbeda dengan tempat sampah biasa. Kita tidak memerlukan kartu untuk menggunakan tempat sampah ini. Yang menarik adalah, kita harus memisahkan antara botol berwarna putih dan botol tidak berwarna.

Bagi yang akan pindahan rumah, biasanya banyak sampah yang ingin dibuang. Untuk sampah-sampah yang besar, misalnya meja, tempat tidur, lemari, sofa dan sejenisnya, pemerintah memberikan jatah kepada masing-masing rumah tangga. Biasanya pada malam hari yang telah ditentukan pemerintah, mobil sampah milik pemerintah akan berkeliling untuk mengangkut sampah tersebut. Akan tetapi, kita harus mendaftarkan nama kita terlebih dahulu ke website pemerintah sebelum membuang sampah pada waktu yang ditentukan. Hal ini untuk mempermudah “penjemputan” sampah-sampah tersebut.

Bagi yang lagi butuh peralatan rumah tangga, Anda dapat “mengutip” barang-barang yang yang akan dibuang tersebut dengan bebas. Sampahnya biasanya diletakkan di depan rumah. Kita bisa mengecek kapan diadakan pengangkutan sampah oleh pemerintah untuk mempersiapkan diri untuk berkeliling sekitar kompleks berburu “sampah”. Pelajar internasional sering melakukan hal ini.

Bagi Anda yang ingin menyumbangkan sampah-sampah tersebut karena menganggap masih layak pakai, Anda dapat menghubungi kolega Anda atau memberikannya ke organisasi seperti Mama Mini.

Walaupun demikian, sampah-sampah seperti puntung rokok atau permen karet masih lazim kita temui dibuang sembarangan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tags:

Share on Facebook

Similar Posts:
Random Posts:

3 Responses to “ETD2008 16: Sampah”

  1. ecko Says:
    December 5th, 2007 at 6:38 am

    laek..
    sori.. mail yahoo di tempat kami ngulah terus.. ga bisa dibuka.. begitu juga google..
    nah lek, aku ada upload tuh preview web kita di http://www.ngetrend.com/beta/index1.html mohon diperiksa ya laek

  2. bonatua TOBING Says:
    January 8th, 2008 at 5:43 am

    Bagaimana dengan Indonesia?
    Memang masih jauh dari yang di tempatmu itu ampara. Sepertinya ada yang suka memelihara sampah di Indonesia. Kemaren ada kasus di Bandung yang pemerintahnya menolak alat pengolhan sampah buatan orang Bandung. Padahal alat itu sudah diekspor ke malaysia dan singapura.
    Kalo aku sih mulai dari sendiri aja dengan mendisiplinkan diri membuang sampah pada tempatnya. :)

  3. roded Says:
    January 9th, 2008 at 4:25 am

    @bonatua TOBING: iya, pra. waktu di Bandung juga sempat dengar berita tentang alat pembakar sampah, tapi gak jadi diimplementasikan. Hmm, perjalanan sepertinya masih panjang. Tapi harus kita awali. Biar bisa kayak Del…bersih, rapi.:-D

Leave a Reply

:mrgreen: :| :twisted: :arrow: 8O :) :? 8) :evil: :D :idea: :oops: :P :roll: ;) :cry: :o :lol: :x :( :!: :?:

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in