Setiapkali ditanya, “Do you like Groningen?”, aku selalu menjawab, “Yes, except for the weather. It sucks”.
Hehehehe.
Cuaca di Groningen memang kurang bersahabat. Hampir sepanjang tahun (kecuali musim panas), saya dan khususnya “rekan-rekan” pengendara sepeda, akan ditemani hujan, angin, mendung dan rasa dingin. Mau naik bus, malas lihat-lihat jadwal dan bayarnya lumayan mahal (€1/trip/dalam kota).
Di negeri empat musim ini, musim panas adalah saat-saat yang paling saya nantikan. Selain tidak perlu memakai pakaian “astronot”, banyak kegiatan-kegiatan yang diadakan di centrum. Dan tentu saja, menikmati keringat yang muncul setelah berjemur di bawah sinar matahari. Serasa di kampung kalau berkeringat di sini kena matahari. Hehehe.
Tidak perduli menjadi hitam (khan, dibilang eksotis :-P), yang penting hangat dan bisa main-main keluar dengan perasaan hangat dan nyaman.
Tahun ini, cuaca lebih buruk lagi. Kalau bulan Oktober 2006 saya mau bisa keluar malam tanpa menggunakan jaket tebal, tidak demikian pada tahun 2007. Jangankan bulan Oktober, saya sudah ditemani hujan, angin dan dingin sejak bulan Agustus (didramatisir:-P).
Tahun lalu, salju yang turun di sini tidak terlalu tebal. Ada yang bilang tahun depan lebih parah. Kita lihat aja nanti.
Rindu bah berjemur di tepi pantai Sibolga..di dermaga.
Tags: ETD200814: Cuaca catatan di groningen Every 2 Days to 2008 roded ngetrend

Recent Comments