Molen? Pisang molen?
Bukan! Molen itu bahasa Belanda penggilingan. Nah, klo ditambah kata wind di depannya, menjadi windmolen, artinya menjadi kincir angin.
Sekarang saya mau bercerita singkat tentang kincir angin.
Di Indonesia, kata Belanda itu selalu dipasangkan dengan kincir angin. Jadi, kebanyakan orang di Indonesia (yang saya kenal) akan meminta oleh-oleh kincir angin jika mengetahui seseorang berangkat ke Belanda.
Bisa terbayangkan gak seberapa besar kincir angin yang harus dibawa? Sebagai informasio, sebuah kincir angin dapat memiliki tinggi hingga 40an meter.
Kalau miniaturnya sih banyak…hehehe, tapi duit juga gak cukup beli kincir angin ecek-ecek itu (satu atau dua masih bisa dijangkau, kalau lebih bisa “dijangkar” di sini…alias kerja paksa dulu..hehehe).
Oh iya, sebagai informasi, kincir angin itu dulunya digunakan untuk menumbuk biji-bijian dan memompa air. Sekarang, kincir angin juga digunakan sebagai media pembangkit tenaga listrik.
Sebenarnya, kincir angin tidak hanya dapat ditemukan di Belanda. Kincir angin juga dapat ditemukan di negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Kanada dan Amerika Serikat. Tapi kok kincir angin seringkali dipasangkan dengan negara Belanda oleh orang Indonesia. Ada yang tahu?
Saya belum sempat berfoto-foto di kincir angin yang sebenarnya. Pernahnya hanya di depan miniaturnya di Madurodam. Sebenarnya sempat mau pergi ke Kinderdijk, salah satu desa yang memiliki banyak kincir angin. Tapi karena ada halangan, akhirnya gak jadi.
Parahnya, harus nunggu musim panas datang lagi. Kinderdijk sekarang ditutup untuk umum dan yang bisa diakses hanya tamannya.
Ntar berburu kincir angin lagi di tempat lain.
Tags: ETD200812 : Molen - Kincir Angin catatan di groningen Every 2 Days to 2008 roded ngetrend
Share on Facebook
Recent Comments