ETD2008 12: Molen - Kincir Angin

Informasi, Tempat, Travel, projektE2Dt2008

Molen? Pisang molen?

Bukan! Molen itu bahasa Belanda penggilingan. Nah, klo ditambah kata wind di depannya, menjadi windmolen, artinya menjadi kincir angin.

Sekarang saya mau bercerita singkat tentang kincir angin.

Di Indonesia, kata Belanda itu selalu dipasangkan dengan kincir angin. Jadi, kebanyakan orang di Indonesia (yang saya kenal) akan meminta oleh-oleh kincir angin jika mengetahui seseorang berangkat ke Belanda.

Bisa terbayangkan gak seberapa besar kincir angin yang harus dibawa? Sebagai informasio, sebuah kincir angin dapat memiliki tinggi hingga 40an meter.

Kalau miniaturnya sih banyak…hehehe, tapi duit juga gak cukup beli kincir angin ecek-ecek itu (satu atau dua masih bisa dijangkau, kalau lebih bisa “dijangkar” di sini…alias kerja paksa dulu..hehehe).

Oh iya, sebagai informasi, kincir angin itu dulunya digunakan untuk menumbuk biji-bijian dan memompa air. Sekarang, kincir angin juga digunakan sebagai media pembangkit tenaga listrik.

Sebenarnya, kincir angin tidak hanya dapat ditemukan di Belanda. Kincir angin juga dapat ditemukan di negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Kanada dan Amerika Serikat. Tapi kok kincir angin seringkali dipasangkan dengan negara Belanda oleh orang Indonesia. Ada yang tahu?

Saya belum sempat berfoto-foto di kincir angin yang sebenarnya. Pernahnya hanya di depan miniaturnya di Madurodam. Sebenarnya sempat mau pergi ke Kinderdijk, salah satu desa yang memiliki banyak kincir angin. Tapi karena ada halangan, akhirnya gak jadi.

Parahnya, harus nunggu musim panas datang lagi. Kinderdijk sekarang ditutup untuk umum dan yang bisa diakses hanya tamannya.

Ntar berburu kincir angin lagi di tempat lain.

Tags:

Similar Posts:
Random Posts:

3 Responses to “ETD2008 12: Molen - Kincir Angin”

  1. imelhut Says:
    July 19th, 2008 at 8:29 am

    Mengapa kincir angin identik dengan Belanda sementara kincir angin pertama kali digunakan di Persia? Setahu saya, di Belanda dulunya banyak lokasi yang berada di bawah air. Jadi masyarakat disana mengalihkan air dengan kincir air dan tanah basah dikeringkan dengan menggunakan kincir angin. Waktu revolusi di negara-negara Eropa, penggunaan kincir angin semakin berkembang hingga penggunaan di bidang pertanian dan industri. Hingga sekarang juga masyarakat Belanda sangat menghargai adanya kincir angin sampe2 tgl 13 Mei ditetapkan sbg hari kincir angin. Gt sh yg aq tau Roy..

  2. rosa Says:
    July 23rd, 2008 at 5:12 am

    molen itu memang penggilingan.. coba aja tanya ama orang2 bangunan..pasti mereka menyebut penggilingan semen itu molen. Dulu aku kirian itu bahasa batak..ternyata bahasa belanda ya ?? hehe….

    rosas last blog post..-takut akan TUHAN-

  3. cahaya Says:
    November 22nd, 2008 at 5:20 am

    ini cuma mau ksh opini saya aja..
    mengapa kincir angin identik dengan Belanda?
    mungkin ini karena di negara Belanda tedapat banyak kincir angin yang mencapai 10.000 buah namun kini hanya bersisa 1.000 buah saja..
    ini hanyalah kesimpulan saya, berdasarkan data-data yang pernah saya baca..

Leave a Reply

Icons by N.Design Studio. Designed By Ben Swift. Powered by WordPress, Search Optimization and Free WordPress Themes
Entries RSS Comments RSS Log in