Waktu kecil, saya dan teman-teman senang membuat “sepatu” dari tempurung kelapa. Mungkin banyak yang tahu tentang alas kaki yang dibuat dengan 2 tempurung kelapa dan dihubungkan dengan tali rafia ini.
Setelah selesai membuat sepatu tempurung ini, biasanya kami mengadakan pertandingan lari dengan menggunakan sepatu ini sebagai alas kaki. Lucu kelihatannya; kita harus berlari sambil memegang talinya dan menjepit tali di antara jari jempol dan jari telunjuk kaki supaya sepatu gak lepas. Terkadang kaki menjadi lecet setelah bermain. Ya iyalah, apalagi kalau tempurungnya agak lancip.
Selain sepatu tempurung, saya juga sering membuat sepatu dari balok kayu waktu masih anak-anak. Sepatu balok kayu ini memiliki tali pengikat yang dibuat dari karet ban bekas. Kenyamanannya tergantung besar balok kayu yang dipakai. Semakin besar atau bentuknya gak beraturan, maka sepatunya menjadi gak nyaman dipakai. Apalagi kalau baloknya lebih besar dari badan…hehehe.
Mungkin masih banyak jenis alas kaki yang bisa kita temukan di Indonesia dan bahan dasarnya beragam jenis. Bagaimana dengan Belanda?
Di Belanda, Anda dapat menemukan sepatu tradisional. Mungkin sudah banyak yang tahu, Klompen. Nama sebenarnya adalah Klomp dan akhiran -en merupakan penanda bahwa kata tersebut menyatakan benda jamak dalam bahasa Belanda.
Klompen dibuat dari balok kayu dan dibentuk sedemikian rupa sehingga berbentuk sepatu. Klompen biasanya salah satu oleh-oleh yang `wajib` dibawa jika berkunjung ke Belanda. Banyak toko oleh-oleh yang menjual klompen dan terdapat dalam bermacam ukuran.
Klompen yang dijual biasanya ada dua jenis pilihan, yang polos atau yang memiliki corak. Klompen yang bercorak biasanya lebih mahal dan banyak digunakan sebagai pajangan di rumah. Yang polos juga dapat dijadikan hiasan, tapi sering juga dipakai untuk untuk sekedar bermain.
Jika ingin menjadi pusat perhatian, Anda tinggal memakai klompen dan berjalan di keramaian di Belanda. Klompen sudah jarang dipakai secara umum, mungkin hanya pada saat acara tradisional atau pertunjukan seni atau pada saat berfoto dengan menggunakan pakaian tradisional Belanda. Jadi, orang-orang bakalan tersenyum bila melihat orang memakai klompen, plus suaranya yang kletak..kletok…Hahahaha.
Mau?
Tags: ETD20083 : Klompen catatan di groningen Every 2 Days to 2008

Recent Comments